Anniversary ♥

Daisypath Anniversary tickers

Countdown Wedding

Selasa, 30 April 2013

Mahar

Assalamualaikum.. 
kali ini agak kalem dikit gapapa dong ya, kan mau sharing tentang "Konsep Mahar Pernikahan" di dalam Islam. Aku sendiri juga belum terlalu paham, tapi aku coba untuk merangkum beberapa ilmu tentang mahar yang pernah aku baca. Intinya, sama sama belajar lah ya *wink

Mahar atau maskawin adalah harta yang diberikan suami kepada istrinya di dalam sebuah ikatan pernikahan. Suami berkewajiban menyerahkan mahar atau mas kawin kepada istrinya, sebagaimana yang ditegaskan dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 4, yaitu memerintahkan kepada calon suami untuk membayar mahar :
“Berikanlah mahar (maskawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang wajib. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mahar itu dengan senang hati, Maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” (Qs. An-Nisa’ : 4).

Jelas kan kalau mahar atau maskawin itu hukumnya wajib. Mahar itu bentuknya macam macam, ada yang berupa uang, perhiasan, atau bisa juga barang yang bernilai harganya, tergantung kemampuan dari sang suami itu sendiri. Biasanya mahar yang diberikan oleh suami merupakan permintaan dari istrinya. Tetapi menurut sebuah hadist Rasullah SAW bersabda :
"sebaik sebaiknya perempuan adalah yang ringan mahar atau mas maskawinnya."  (HR. Ibn Hibban)

Mahar adalah menjadi hak penuh sang isteri yang harus ditunaikan oleh sang suami, dan ia menjadi hak miliknya. Tidak halal bagi seorangpun, baik bapaknya ataupun lainnya mengambil sebagian darinya kecuali dia ridha.
Jadi, sebagai perempuan sebaiknya jangan memberatkan calon suami ketika meminta mahar. Ukurlah kemampuan calon suami, ga perlu berlebihan. Jangan sampe cuma gara gara mahar, calon suami jadi mikir berkali kali untuk nikahin calon istrinya. Toh setelah menikah, suami wajib memberikan nafkah lahir batin kepada istri.
Alhamdulillah, bersyukurnya jadi wanita :D

Jadi, aku minta mahar apa sama mas iwan?
actually, aku minta mahar perhiasan aja. kenapa ga pake uang tunai? soalnya aku khawatir bakal bikin ribet saat pengucapan ijab qabul-nya nanti.
aku ga nentuin batesan jumlah gramnya, tapi pas aku hitung ternyata seberat 23 gram, sesuai umurku..
dan ternyata si mas, memilih untuk menambahkan mahar peralatan shalat, kenapa?
karena menurut si mas, tujuan utama dy menikah adalah untuk memperbaiki Ibadahnya, yang Insya Allah dilakukan bersama Istrinya. Alangkah indahnya jika sebuah pernikahan dapat menyatukan dua hati yang dulunya berbeda menjadi pengingat satu sama lain dalam kebaikan.

daaan..menurut yang aku baca, seperangkat alat sholat mengisyaratkan sebuah tanggung jawab seorang suami sebagai imam dalam keluarga untuk membimbing istrinya selalu berjalan di jalan Allah, melalui Ibadah wajib.
Subhanallah, Inilah mengapa jenis mahar yang satu ini kerap menjadi pilihan karena dilihat dari fungsi dan maknanya yang luar biasa.

mudah2an aku dan mas tetep Istiqomah atas mahar dan kewajiban kita kepada Allah SWT, Aamiin..
selamat menemukan maharmu, Ladies :P

Tidak ada komentar: